Bale Akui Marah Tidak Diturunkan Sebagai Starter di Final UCL

Winger Internasional Wales, Gareth Bale, mengakui bahwa dia merasa cukup kesal karena tidak diturunkan sebagai starter dalam pertandingan babak final Liga Champions Eropa musim kemarin melawan Liverpool. Yang bersangkutan tidak bisa memungkiri fakta tersebut, namun dia cukup senang karena bisa mencetak gol dalam laga itu.

Bale Akui Marah Tidak Diturunkan Sebagai Starter di Final UCL

Sebagaimana diketahui, Real Madrid memang berhasil kembali melangkah ke partai final Liga Champions Eropa untuk kali ketiga secara beruntun pada kampanye musim 2017/18 kemarin. Saat itu, Los Blancos berhadapan dengan raksasa Premier League, Liverpool, dan memang sejak awal Bale tidak diturunkan sebagai Starter. Manajer Zinedine Zidane lebih memilih Isco untuk bermain di pos winger kiri sejak awal.

Terkait dengan keputusan manajer asal Prancis tersebut, Bale sendiri harus mengakui bahwa dia merasa kesal karena tidak bermain sebagai starter dalam laga kemarin.

“Marah. Saya akui memang seperti itu. Saya cukup marah [karena tidak bermain]. Jelas, saya merasa bahwa saya lebih pantas untuk bermain sejak menit pertama. Saya telah mencetak gol. Jadi ya, saya akui memang sulit untuk tidak marah dengan kondisi tersebut,” ucap Bale kepada Daily Mail.

Bale kemudian baru diturunkan pada babak kedua, dan siapa sangka pemain Wales ini mencetak dua gol yang membawa Madrid unggul 3-1 atas Liverpool. Gol ikoniknya adalah gol Salto ke gawang Loris Karius, yang dinobatkan sebagai salah satu gol terbaik musim kemarin.

“Anda bisa memilih mengontrol bola dan melakukan sesuatu. Tapi, Anda berada dalma situasi yang dijaga ketat dan Anda harus melakukan sesuatu. Jika Anda berpikir lebih dulu, maka itu tidak akan terjadi. Keputusan yang Anda buat adalah reaksi dan biasanya bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Saya tahu persis ke mana bola akan melaju dan Anda bisa melihat itu dari tayangan video. Kepala saya memutar untuk untuk melihat ke mana arah bolanya,” tandasnya.