Dominasi Celtic di Skotlandia Dinilai Tidak Sehat

Glasgow Celtics berhasil kembali meneruskan dominasi mereka di pentas Liga Skotlandia pada kampanye musim ini. Memang bagi Celtic itu adalah hal yang membanggakan, namun mantan gelandang mereka Stiliyan Petrov, dominasi Celtic di pentas Liga Skotlandia dtidak sehat.

Dominasi Celtic di Skotlandia Dinilai Tidak Sehat

Sebagaimana diketahui, Glasgow Celtic berhasil mempertahankan trofi juara Liga Skotlandia musim ini. Gelar tersebut adalah gelar ke-7 secara beruntun yang berhasil dimenangkan tim arahan Brendan Rodgers. Dominasi iin tentu saja membuat senang para pemain Celtics, namun di satu sisi tak sedikit pihak yang merasa bosan.

Salah satu yang merasa bosan dengan dominasi Celtic adalah mantan pemain mereka sendiri, Stiliyan Petrov. Menurutnya, dominasi Celtic di ajang Liga Skotlandia tidak sehat karena kurangnya hiburan yang bisa disaksikan para fans Sepakbola Skotlandia dalam tujuh musim terakhir ini.

“Satu klub besar di sebuah kompetisi adalah hal yang tidak menarik, Anda butuh beberapa klub untuk bersaing dan memastikan liga itu berkembang, namun untuk saat ini Skotlandia hanya mempunyai satu kekuatan utama.”

“Saya pikir itu adalah jarak yang besar dan sangat panjang buat Rangers. Sebagai fan Celtic, saya senang karena lebih banyak kesuksesan buat Celtic itu lebih baik, namun ini tidak sehat untuk sepakbola Skotlandia dan juga Celtic, karena mereka butuh yang lain untuk bersaing.” kata Petrov, yang pernah memperkuat Celtic dan Aston Villa, kepada BBC Sport.

Selama waktunya di Celtic dahulu, Petrov tercatat memenangkan empat gelar liga, tiga Piala SKotlandia dan tiga Piala Liga.

Glasgow Rangers yang dikenal sebagai pesaing berat Celtic di masa lalu faktanya baru saja kembali dari masa degradasi pada musim 2016/17 kemarin, dimana tentu saja hal tersebut tak jadi ancaman berarti bagi Celtics untuk memenangkan titel liga Skotlandia.