Gagal Untuk Kali Ketiga di Final, Buffon Masih Tegar

Kiper andalan sekaligus kapten Juventus, Gianluigi Buffon, mungkin menjadi pemain yang paling kecewa dengan kekalahan timnya di final Liga Champions Eropa musim 2016/17 ini. Wajar saja, ini adalah untuk kali ketiga bagi kiper italia itu menelan kegagalan di final UCL sepanjang karirnya dan belum pernah mengangkat trofi kuping besar. Meski demikian Buffon tetap tegar.

Gagal Untuk Kali Ketiga di Final, Buffon Masih Tegar

Bermain di Cardiff Stadium, Juventus berharap kegagalan di final Dua tahun silam melawan Barcelona tidak terulang lagi. Babak pertama berjalan bagus, dengan kubu Bianconneri yang terus menekan Real Madrid, tapi kebobolan lebih dulu lewat gol Cristiano Ronaldo. Sempat membalas lewat mario Mandzukic tujuh menit berselang.

Tapi di babak kedua, Juventus seperti menyerah begitu saja di tangan tim arahan Zinedine ZIdane, gelontoran tiga gol mengoyak jala Buffon, dan mengubur mimpi Treble winner pertama dalam sejarah bagi Bianconneri. Buffon dianggap sudah habis dalam ambiisinya mengangkat trofi Liga Champions sebelum pensiun, mengingat saat ini dia telah berusia 39 tahun, tapi Sang Kapten tetap berjalan dengan kepala tegak dan yakin akan peluang pada kampanye musim depan.

Akan tetapi, terlepas dari kegagalan ini dan ketegarannya menatap masa depan, Buffon tetap mengakui kelayakan Real Madrid keluar sebagai kampiun di ajang tahunan ini.

“Tentu saja kami kecewa. Kami bermain sangat bagus di babak pertama. Saya tidak bisa menjelaskan mengapa kami lalu bermain sangat buruk di babak kedua. Real Madrid pantas juara, mereka menunjukkan kelas dan sikap yang tepat di laga seperti ini,”

“Saya masih punya kontrak satu tahun lagi di sini. Itu artinya, saya masih punya satu kesempatan lagi untuk memenangi Liga Champions. Tentu saja di musim depan akan terasa lebih sulit. Kami seharusnya bisa melakukan sesuatu yang luar biasa di musim ini [meraih treble]. Sayang, kami gagal mewujudkannya,” kata Buffon.