Guus Hiddink Emosional Jelang Laga Terakhir di Chelsea

Guus HiddinkDiakui Manajer Interim Chelsea itu bahwa pertandingan akhir pekan ini melawan Leicester City bakal menjadi pertandingan yang emosional bagi dirinya. Pelatih asal Belanda itu mengaku sedih dengan fakta bahwa dia akan segera meninggalkan Chelsea.

Guus Hiddink, Pelatih Interim Chelsea itu merasa sedih dengan fakta bahwa pertandingan kontra Leicester City minggu besok merupakan pertandingan terakhirnya di Stamford Bridge. Kita semua tahu, manajer asal Belanda itu memang hanya menjabat sebagai pelatih interim atau pelatih sementara di Chelsea, sejak ditunjuk untuk menggantikan Jose Mourinho pada pertengahan desember 2015 silam. Chelsea menjadikan Hiddink sebagai Alternatif sementara, karena selepas memecat The Special One, klub belum menemukan pengganti yang tepat. Namun akhirnya, beberapa waktu lalu, The Blues pastikan telah mencapai kesepakatan dengan Antonio Conte untuk menangani tim utama musim depan.

Itu artinya, Hiddink tidak akan diperpanjang sebagai pelatih tim utama, dan secara otomatis, pertandingan melawan Leicester City akhir pekan ini akan menjadi pertandingan terakhirnya sebagai manajer The Blues. Terkait hal tersebut, Hiddink merasa sedih karena dari hari ke hari, dia semakin mencintai klub yang sempat ditanganinya itu.

”Akan terasa Emosional rasanya pada Minggu nanti, karena di dua periode saya di sini, Passion terhadap sepakbola sudah ada, namun perasaan terhadap klub ini terus meningkat. Memori bermain terakhir di Anfield adalah sesuatu yang menyenangkan, karena tim ini bermain seperti yang saya inginkan. Itulah cara bermain Chelsea, dan harusnya memang seperti itu” Kata hiddink dalam jumpa pers jelang pertandingan melawan Leicester City di Stamford Bridge.

Chelsea saat ini berada di peringkat ke-9 klasemen sementara, dan harus memenangkan partai terakhir besok jika ingin tetap berada di posisi tersebut pada akhir klasemen nanti.

Leave a Reply