Higuain Kembali Salahkan Presiden Napoli atas Kepergiannya

Bukan melalui pernyataan di media atau di depan pers, namun penyerang Internasional Argentina tersebut menunjuk langsung ke Arah VVIP Stadio San Paolo yang mana di dalamnya terdapat Presiden Aurelio De Laurentiis, dia tertangkap kamera mengatakan “ini salahmu de Laurentiis”.

Higuain Kembali Salahkan Presiden Napoli atas Kepergiannya

Gonzalo Higuain rupanya masih tidak merasa bahwa dirinya sepenuhnya bersalah atas kepindahan menuju Juventus pada musim panas kemarin yang dianggap sebagai pengkhianatan besar oleh para Suporter Napoli. Lewat kesempatan terbarunya, penyerang Internasional Argentina tersebut kembali menyalahkan presiden Naples, Aurelio De Laurentiis.

Sebagaimana diketahui, tengah pekan kemarin, Higuain menjadi sorotan di sepanjang laga Napoli versus Juventus yang berlangsung di San Paolo Stadium tersebut. Dalam pertandingan yang bertajuk leg kedua semifinal Coppa Italia tersebut, Juventus memang kalah 3-2 dari Tuan Rumah, namun tetap berhak ke final usai sebelumnya menang 3-1 di leg pertama. Higuain bisa dibilang menjadi pahlawan kemenangan Juve usai sepasang gol nya merobek jala Pepe Reina.

Satu momen yang jadi sorotan dari aksi Higuain di sepanjang laga, terjadi setelah dirinya lesatkan gol perdana. Memutuskan tak berselebrasi, El Pipita lantas menunjuk lantang tribun VVIP stadion San Paolo. Sejumlah media Italia mengklaim bahwa tujuannya adalah untuk menyerang Presiden klub, Aurelio De Laurentiis, dan Higuain juga diklaim mengatakan ‘Ini semua salahmu!’.

Seperti diketahui presiden Napoli itu memang miliki peran krusial dalam transfer Higuain. ADP mengecap pemain Argentina sebagai pengkhianat terbesar klub, sementara Higuain sendiri mengungkap bahwa Sang Presiden lah yang menginginkan kepindahan ini.

Tak sampai disitu, pada saat latihan pemanasan di sisi lapangan sebelum berlangsungnya pertandingan, Higuain sempat mengatakan kepada para suporter napoli , “Saya tidak mendengar sorakan kalian, ini semua salah Presiden Kalian, salahkan saja dia!”.