Juara Ketiga, Belgia Layak Dapat Sanjungan

Juru taktik tim Nasional Belgia, Roberto Martinez, mengklaim bahwa skuat arahannya pantas mendapat sanjungan dari publik setelah berhasil finish sebagai juara ketiga di ajang Piala Dunia tahun ini. Meski tak mampu melangkah ke Final, mantan pelatih Everton menilai rekan-rekannya sudah bermain dengan sangat bagus sepanjang kompetisi ini.

Juara Ketiga, Belgia Layak Dapat Sanjungan

Sebagaimana diketahui, tim Nasional Belgia memang tampil cukup bagus di sepanjang kampanye Piala Dunia tahun ini. Pada babak penyisihan group, mereka berhasil meraih tiga kemenangan dan finish di peringkat puncak pada klasemen akhir. Kemudian, Belgia dihadapkan dengan Jepang pada babak 16 besar, mereka sempat tertinggal sebelum kemudian catatkan comeback spektakuler dan menang lewat skor akhir 3-2.

Belgia kemudian melaju ke babak perempat final dan dipertemukan dengan Brazil. Sempat diragukan pada awalnya, namun faktanya Eden Hazard cs berhasil memenangkan pertandingan tersebut lewat skor akhir 2-1 dan melangkah ke babak semifinal. Nah di babak empat besar inilah langkah mereka kemudian dihentikan oleh Timnas Prancis dengan skor akhir 0-1.

Tentu saja kekalahan ini sangat mengecewakan bagi Belgia yang dinilai tengah memiliki generasi emas saat ini. Meski begitu, mereka tetap bermain pada pertandingan melawan Inggris ntuk memperebutkan tempat ketiga ajang empat tahunan ini. Eden Hazard cs kemudian berhasil memenangkan pertandingan tersebut dan keluar sebagai juara ketiga.

Karenanya, pelatih Roberto Martinez menilai bahwa para pemainnya layak mendapat pujian, dan selain fakta karena mereka jadi juara ketiga, tim Setan Merah juga tampil bagus di sepanjang kompetisi.

“Ini semua tentang pencapaian, Ini adalah finis terbaik Belgia di Piala Dunia. Para pemain layak mendapatkannya dan mereka ingin membuat negara bangga. Kami memiliki 10 pencetak gol yang berbeda, catatan terbaik bersama dalam sejarah Piala Dunia. Tim ini telah memecahkan rekor dengan cara yang tepat,” kata Martinez kepada ITV Sport.

Perancis juga mencapai angka ganda dalam hal total pencetak gol di Spanyol 1982, setingkat dengan Italia di Jerman 2006.