Marotta Berpisah Dengan Juve Bukan Karena Kemauan Pribadi

Juventus dipastikan berpisah dengan salah seorang sosok penting dalam kesuksesan klub selama tujuh tahun terakhir ini, Beppe Marotta. Ya, Pria berusia 61 tahun tersebut dipastikan akan berpisah dengan Juventus, meninggalkan jabatannya sebagai CEO klub. Sempat diisukan mundur karena keinginan sendiri, tapi Marotta kemudian mengeluarkan bantahannya.

Marotta Berpisah Dengan Juve Bukan Karena Kemauan Pribadi

Sebagai informasi, sukses besar Juventus dalam mendominasi Serie A Italia selama tujuh tahun terakhir ini secara beruntun tak terlepas dari peranan sejumlah sosok yang bekerja di balik layar, termasuk diantaranya beppe Marotta. Sosok berusia 61 tahun tersebut menjalani peranan sebagai direktur olahraga, direktur umum dan CEO selama tujuh tahun terakhir ini.

Dia adalah sosok dibalik transfer-transfer besar Juventus, termasuk yang paling sensasional adalah transfer Cristiano Ronaldo dari Real Madrid. Namun sayang, Marotta dipastikan tidak lagi melanjutkan jabatannya tersebut mulai 25 Oktober mendatang, bahkan dia akan meninggalkan Juventus. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh sang CEO, dan terkait pengumuman tersebut, muncul beragam spekulasi.

Dipercaya, Marotta berniat untuk mencalonkan diri untuk jadi presiden FIGC, ada juga klaim yang menyebutnya akan mencalonkan diri sebagai presiden Serie A Italia. Hanya saja, Marotta sendiri menegaskan bahwa perpisahan dengan Juventus bukan karena keinginannya.

“Ini yang klub inginkan dan tidak ada satu hal khusus yang memicu masalah ini. Saya hanya menyesuaikan diri dengan ide dan arahan mereka, untuk cinta saya kepada orang-orang dan Juventus. Saya seorang penguasaha dan saya sepenuhnya mematuhi keputusan bisnis ini dan benar bahwa orang lain sekarang melangkah maju, namun saya yakin saya memberikan 100 persen selama meraih sukses besar bertahun-tahun.”

“Saya mengalami begitu banyak emosi selama delapan atau sembilan tahun terakhir, dan semuanya sangat indah. Scudetto pertama, yang kami menangkan di Trieste [pada 2012] adalah kenangan terindah saya.” Demikian ungkap Marotta kepada RAI.