Media Jerman Ungkap Rencana Kontroversial Liga Super Eropa

Setelah sebelumnya mengungkap kasus pemerkosaan atau kekerasan Seksual yang dilakukan oleh mega bintang Portugal, Cristiano Ronaldo, media jerman Der Spiegel kembali membuat heboh baru-baru ini dengan mengungkap kontroversi 16 klub raksasa Eropa yang berencana untuk menggagas kompetisi non-UEFA sendiri bernama Liga Super Eropa. Mereka dipercaya akan mulai menggulirkan kompetisi tersebut pada tahun 2021 mendatang.

Media Jerman Ungkap Rencana Kontroversial Liga Super Eropa

Media Jerman yang satu ini memang dikenal sering kali mengungkap sebuah kontroversi atau skandal dalam dunia sepakbola yang belum terungkap ke publik. Beberapa waktu lalu, Der Spiegel mengunggah sebuah dokumen yang berisi pernyataan seorang wanita cantik yang merasa telah jadi korban kekerasan seksual mega bintang Juventus, Cristiano Ronaldo pada tahun 2010 silam.

Meski kasus ini sudah digiring ke Meja Hijau oleh pihak Cristiano Ronaldo, rupanya Der Spiegel masih belum juga kapok. Baru-baru ini mereka mengungkap sebuah rencana kontroversial yang sedang digagas oleh setidaknya 16 klub eropa seperti Real Madrid, Chelsea, Barcelona, Juventus dan tim-tim lainnya untuk menyelenggarakan kompetisi sendiri tanpa campur tangan asosiasi sepakbola Eropa, UEFA, dengan nama Liga Super Eropa.

Kompetisi tersebut nantinya akan dimainkan oleh setidaknya 16 tim, 11 diantaranya adalah pendiri kompetisi . Sedangkan Lima klub lainnya akan diajak untuk memenuhi kuota liga sebesar yang diisi oleh 16 tim. Kelima klub tersebut adalah Inter Milan, AS Roma, Atletico Madrid, Borussia Dortmund, dan Olympique Marseille.

“Dokumen itu bahkan mencantumkan kepemilikan saham yang dipegang oleh perusahaan Liga Super Eropa, di mana Real Madrid memegang 18,77 persen, Barcelona 17,61 persen, Manchester united 12,58 persen, dan Bayern Munchen 8,29 persen,” begitu bunyi pernyataan tersebut.

“Tidak ada nama UEFA di dalam keseluruhan kontrak,” tutupnya.