Paulo Dybala Rela Tukar Scudetto Dengan Trofi Liga Champions

Penyerang muda Argentina, Paulo Dybala mengaku begitu antusias untuk bisa membantu Juventus memenangkan gelar juara Liga Champions Eropa musim ini. Bahkan, mantan pemain Palermo mengaku siap menukar scudetto dengan trofi Liga Champions. Tapi Dybala juga menegaskan bahwa mentalitas Juventus tetap sama, memenangkan semua gelar.

Paulo Dybala Rela Tukar Scudetto Dengan Trofi Liga Champions

Seperti diketahui, Juventus memang sangat mendambakan trofi Liga Champions Eropa yang sudah tak pernah lagi mereka menangkan sejak tahun 1996 silam. Faktanya, Bianconneri telah mencapai babak final sebanyak empat kali sejak saat itu, namun tak pernah berhasil keluar sebagai juara. Terakhir mereka dikalahkan Real Madrid pada babak final tahun 2017 kemarin.

Dybala sendiri sudah bergabung dengan Juventus saat itu, dan yang bersangkutan jelas kecewa dengan kegagalan Bianconneri. Musim ini, Juventus memang terlihat lebih menjanjikan tambahan amunisi anyar seperti Cristiano Ronaldo membuat Juve semakin berpeluang menggondol trofi kuping besar. Dybala sendiri sangat antusias, bahkan dengan senang hati dia rela mengorbankan titel Scudetto demi Liga Champions.

“Saya akan dengan senang hati mengorbankan Scudetto demi Liga Champions! Faktanya, itu adalah posisi saya ketika musim lalu. Sekarang, ekspektasi [untuk juara UCL] benar-benar tumbuh, akan tetapi mentalitas tetap sama: berusaha memenangkan segalanya!” ujarnya kepada wartawan.

Musim kemarin, langkah Juventus terhenti di babak perempat final oleh Real Madrid yang kemudian keluar sebagai juara. Dybala masih menyesali kegagalan musim kemarin, andai saja lolos dari perempat final, Dybala yakin Juve bisa melaju sampai juara.

“Saya kira tidak ada skuat yang lebih kuat dibanding Juve musim lalu. Memang benar Real Madrid juara, tetapi mereka tidak membuktikan diri mereka lebih kuat dibandingkan kami. Jika kami bisa melewati babak itu, segalanya mungkin akan berubah. Dalam pandangan saya, kami akan memenangkan Liga Champions dan semua orang ingin mengatakan kami adalah yang terbaik. Tidak ada tim yang lebih kuat dibandingkan kami kala itu.” tandasnya.