Pelatih Brazil Senang Dengan Comeback Neymar

Juru taktik Tim Nasional Brazil, Tite, senang melihat performa Neymar dalam pertandingan Ujicoba melawan Kroasia akhir pekan kemarin, sebagaimana bintang Paris Saint-Germain tersebut berhasil menandai Comebacknya lewat torehan satu gol ke gawang Kroasia. Menurunya, hal tersebut menandakan bahwa Neymar benar-benar sudah dalam kondisi yang fit saat ini.

Pelatih Brazil Senang Dengan Comeback Neymar

Sebagaimana diketahui, Neymar telah menepi karena cedera lutut sejak akhir Februari lalu, kala bermain dalam laga antara paris saint-germain melawan Olympique Marseile. Cedera tersebut lantas membuat Neymar melewatkan sisa musim ini dengan masa pemulihan. Bahkan, karenanya, sempat ada pihak yang mencemaskan ketersediaan sang pemain untuk ajang Piala dunia 2018 mendatang bersama timnas Brazil.

Namun, kondisi Neymar perlahan mulai membaik, bahkan dia juga ikut bermain dalam pertandingan ujicoba antara tim Samba melawan Kroasia yang menjadi pertandingan pemanasan bagi kedua tim sebelum terbang ke Rusia pada 15 juni mendatang. Dalam pertandingan tersebut, Neymar menandai Comebacknya lewat sebuah gol penting.

Brazil sendiri akhirnya berhasil meraih kemenangan lewat skor akhir 2-0, dan selepas pertandingan tersebut, pelatih Tim samba, Tite, melayangkan sanjungan kepada Neymar. Menurutnya, Neymar benar-benar mencatatkan comeback yang luar biasa, dan performanya kini lebih baik dibandingkan saat sebelum menepi karena cedera tersebut.

“Ia kembali di atas normal, jauh di atas ekspektasi saya. Saya mengharapkan lebih sedikit dari dia karena ini adalah proses yang bertahap, Ia harus melalui tahapan–ia akan mengalami pasang-surut, tapi dengan pertandingan ketiga, keempat, atau kelima, ia akan kembali ke levelnya. Ia adalah pemain berbeda, tapi ia tidak bisa diberi tanggung jawab untuk menentukan [terkait kebugarannya]–itu akan menjadi tidak manusiawi.”

“Ia adalah pemain kunci, tapi tidak segala sesuatunya. Untuk mencapai tujuan dibutuhkan bagian medis, fisiologi, dan banyak pekerjaan. Tidak adil memberikan [tekanan] kepada satu orang–perasaan tim adalah lebih kuat.” ujar tite kepada wartawan dalam sebuah konferensi pers usai pertandingan.