Pelatih Iran Kritisi Performa VAR di Piala Dunia 2018

Pelatih Tim Nasional Iran, Carlos Queiroz merasa tim asuhannya dirugikan oleh teknologi VAR pada ajang Piala dunia 2018 ini. Menurutnya, FIFA harus memperbaiki sistematis dari teknologi tersebut agar kejelasannya juga dapat diterima oleh setiap pihak.

Pelatih Iran Kritisi Performa VAR di Piala Dunia 2018

Sebagaimana diketahui, Tim Nasional Iran memang telah tersingkir dari ajang Piala dunia 2018, namun mereka sebenarnya sempat memiliki peluang saat melakoni partai terakhir melawan Portugal. Jika saja berhasil meraih kemenangan dalam partai tersebut, maka Praktis Iran berhak melaju ke babak 16 besar, hanya saja, laga itu berakhir dengan skor imbang 1-1.

Namun ada beberapa momen di pertandingan tersebut yang bisa saja membuat Iran unggul dengan skor 2-1. Salah satunya saat serangan balik cepat dilancarkan tim arahan Carlos Queiroz di babak kedua, namun bintang Portugal Cristiano Ronaldo memotong serangan balik tersebut dengan pelanggaran.

Biasanya pelanggaran seperti itu, wasit langsung memberikan kartu merah kepada sang pemain yang melanggar, tapi sang pengadil justru hanya memberikan kartu kuning, setelah menyakiskan tayangan ulang lewat teknologi VAR. Terkait dengan hal tersebut, pelatih Carlos Queiroz melayangkan kritiknya terhadap Teknologi VAR dan meminta FIFA untuk lebih jelas terkait dengan sistematis teknologi itu.

“Anda menghentikan pertandingan untuk VAR, kalau ada sikutan. Sikutan adalah kartu merah dalam aturan, dan aturan tidak menyebut apakah itu [Lionel] Messi atau Ronaldo. Kami tidak tahu apakah wasit atau orang-orang di atas [yang memutuskan]. Pertandingan ini adalah milik semua orang, bukan beberapa orang yang ada di balik layar.”

“Saran saya, Mr Infantino, mereka harus mengangkat tangan mereka dan mengatakan: ‘Maaf, VAR tidak berfungsi jadi kita harus menghentikannya’, atau komunikasi harus jelas seperti rugby, ketika semua orang tahu apa yang terjadi.” ujar Queiroz dikutip The Guardian.

Iran sendiri yang hanya mengumpulkan empat poin dari tiga laga fase group kemudian finish sebagai peringkat ke-3 di klasemen akhir Group B.