Pep Guardiola Bantah Diskriminasi Pemain Afrika

Pelatih utama Manchester City, Pep Guardiola, membantah tegas klaim gelandang Tim nasional Pantai Gading, Yaya Toure yang menuding bahwa dirinya membenci pemain yang berasal dari Afrika. Mantan pelatih Barcelona inipun menuding balik Yaya Toure sebagai seorang pembohong.

Pep Guardiola Bantah Diskriminasi Pemain Afrika

Sebagaimana diketahui, Yaya Toure memang mengalami situasi yang kurang mengenakkan dalam dua musim terakhir ini di Manchester City, atau terhitung sejak manajer Pep Guardiola mengambil alih kursi manajer. Mantan pemain Barcelona tersebut sangat jarang mendapatkan kesempatan tampil di semua ajang.

Dia bahkan tidak masuk dalam skuat Mancnester City untuk ajang Liga Champions Eropa dimana hal tersebut sempat memicu perang dingin antara Pep dengan Agen Transfer Yaya Toure, Dmitri Seluk. Meski perang dingin itu sempat mereda, namun dipercaya Dmtri seluk masih tidak suka dengan eks manajer bayern Munchen itu.

Benar saja, setelah resmi meninggalkan Manchester City karena kontraknya yang berakhhir pada musim panas ini, Yaya dan Kliennya beberapa kali mengkritik Guardiola secara pedas lewat media. Bahkan, dalam salah satu kritikannya, yaya menuding Guardiola melakukan diskriminasi terhadap pemain Afrika.

Terkait dengan tudingan tersebut, Guardiola sendiri membantah dengan tegas dan menyebut bahwa Yaya Toure adalah seorang pembohong karena tak pernah mengatakan hal tersebut secara terbuka kepadanya dalam dua tahun terakhir.

“Dia [Toure] tahu bahwa saya bukan rasis. Menyangkut itu… apa yang bisa kami lakukan? Kami ini sudah bersama selama dua tahun. Kami punya dua tahun, 365 + 365 (hari) untuk mengatakannya – dan kita bisa bicara.”

“Jika dia pergi dan kemudian mengatakan itu… Tak peduli, itu tidak penting.”

Sebelumnya agen Toure yang bernama Dimitri Seluk juga menuding Guardiola sebagai musuh terburuk umat manusia.