Presiden Napoli Tegaskan Tak Tertarik Rekrut Belotti

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis kembali membuat para suporter tim pimpinannya merasa geram. Setelah sebelumnya menegaskan bahwa klub tidak membutuhkan edinson Cavani, kali ini sang presiden menegaskan bahwa Napoli tidak butuh servis striker muda berbakat tim Nasional Italia, Andrea Belotti, tanpa meragukan kualitas pemain berusia 24 tahun tersebut.

Presiden Napoli Tegaskan Tak Tertarik Rekrut Belotti

Sebagaimana diketahui, Napoli memang tidak memiliki sosok striker mumpuni sejak ditinggalkan Gonzalo Higuain pada bursa transfer musim panas tahun 2016 silam. Memang, mereka memiliki Arkadiusz Milik yang jadi andalan di lini depan, hanya saja faktanya pemain asal Polandia itu kerap kali dibekap cedera, dan performanya juga tidak begitu memuaskan.

Wajar jika kemudian Partenopei mulai dikaitkan dengan sejumlah nama striker jempolan. Pertama mereka dikaitkan dengan sang mantan pemain andalan, Edinson Cavani, namun isu tersebut kemudian dibantah oleh Presiden Aurelio De Laurentiis. Setelahnya, Napoli dikaitkan dengan salah satu striker berbakat Italia, Andrea Belotti yang tampil gemilang bersama Torino dalam dua tahun terakhir ini.

Namun, isu tersebut kembali dibantah oleh Laurentiis, bahkan dia menegaskan bahwa Partenopei tidak membutuhkan Belotti tanpa meremehkan kualitas pemian berusia 24 tahun tersebut.

“Sepenuhnya salah, Saya tidak mengagumi Belotti, tanpa bermaksud merendahkan, tetapi kami memiliki deretan striker yang berlebihan. Saya selalu mengatakan mari biarkan pelatih melihat kualitas mereka sebelum membeli pemain lain. Sudah terlalu banyak.

“Fan ingin kami terus membeli pemain, tetapi De Laurentiis memiliki respek tinggi kepada kolaboratornya dan itu termasuk pelatih. De Laurentiis pada usia 69 tidak butuh menampilkan teater atau membuktikan apapun kepada siapapun. Mengapa merekrut seseorang untuk membuat pemain lain berhenti bermain? Kami memiliki Simone Verdi, Dries Mertens, Arkadiusz Milik, Jose Callejon, dan Lorenzo Insigne,” ujar De Laurentiis.